Batik Allure dan Ramli Hiasi Metropolitan Moskow


Setelah dua bulan silam sutra bugis ‘melambai’ di St. Petersburg, kini batik Allure dan Ramli dikenalkan ke komunitas Moskow. Fashion show ini merupakan bagian dari jualan DKI dalam penetrasi pangsa pasar wisatawan Rusia yang masih gemuk. Dua kali dalam sehari, batik Allure dan Rami menghiasi panggung utama salah satu mall paling bergengsi di Moskow, Atrium yang diberi latar belakang “Enjoy Jakarta”(15-17 Nopember 2009).

Hentakan beat yang keluar dari loudspeaker seolah memberikan aba-aba bagi para peragawati Rusia yang mengenakan batik yang kondang di Indonesia itu. Jalannya mantap dan merasa nyaman dengan pakaian yang dikenakan. Prosesi fashion show yang diracik dengan tarian daerah Jakarta tersebut berlangsung selama satu jam dalam sekali penampilan. Acaranya ditepatkan pada saat makan siang, atau menjelang makan malam dimana mall di jantung Moskow tersebut dikerubuti para pengunjung berkantong tebal. Bila Allure tampil siang, maka Ramli di malam hari.

Seorang pengunjung menyatakan kekagumannya atas berbagai motif batik yang demikian anggun dipakai oleh para manekin Rusia. Ia semula mengira batik hanya cocok untuk orang tropis. “Ternyata, sangat pas untuk musim gugur dan dingin,” kata gadis yang mengaku bernama Elena.
Berbagai gaun wanita Allure yang diperagakan kali ini memang tidak jauh berbeda dengan yang kita kenal: semi gelap, ungu, coklat dan sedikit kemerahan. Motif gradasi yang dipadu dengan berbagai noktah-noktah tertentu yang muncul dalam koleksi busana casual, cocktail dan night gown menggerakkan tangan para pengunjung untuk bertepuk tangan begitu usai pertunjukan.

Sedangkan busana Ramli terasa masih cukup kental dengan warna-warna dasar batik, seperti coklat tua. Kelebihan Ramli kali ini terlihat dari penyesuaian model busana yang mengadopsi model pakaian barat. Semua itu dimaksudkan untuk dapat menjadi magnet dan seirama dengan selera pasar Rusia.

Duta Besar Hamid Awaludin mendukung penuh pengenalan produk asli Indonesia seperti batik kepada kalangan internasional. Menurutnya, meski batik sudah diakui sebagai warisan internasional dari bangsa Indonesia, semua komponen bangsa tetap berkewajiban untuk mempromosikannya. “Selain kebanggaan, kita juga mampu meraih nilai ekonomi.”

Meski dipertontonkan di panggung dan cat walk, batik tekenal itu tidak untuk dijual. Ini merupakan ajang promosi dan perkenalan. Karenanya, selama pertunjukan koleksi keduanya hanya dipajang di samping panggung. “Semoga di masa datang kita bisa melakukan ekspor kesini,” kata staf Allure berharap.

OzePlanet
Sumber: Di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: