Konferensi UNCAC Doha: Peran Penting Indonesia Terus Diharapkan untuk Pemajuan Pemberantasan Korupsi Global


uncacPada hari ke-tiga Pertemuan ke-3 Konferensi Negara-negara Pihak Konvensi PBB Menentang Korupsi yang digelar di Doha, Qatar, 9-13 November 2009 ini, Indonesia terus berupaya memberikan kontribusinya dalam pembahasan dan proses perundingan berbagai isu utama. Berbagai inisiatif Indonesia ini juga mendapatkan dukungan dari sejumlah Negara Pihak peserta Sesi ke-3 Konferensi, mempertimbangkan peranan Indonesia saat memimpin serangkaian Pertemuan IEWG on Review of the Implementation. Indonesia sangat diharapkan perannya dalam menjembatani perbedaan pendapat yang cukup tajam antara negara maju dan negara berkembang agar dapat disepakati suatu rancangan kerangka acuan mekanisme peninjauan ulang.
Indonesia bersama 29 negara lainnya bergabung dalam program percontohan mengenai mekanisme peninjauan ulang UNCAC yang bertujuan menguji metode dan model mekanisme peninjauan ulang. Program ini diharapkan dapat membantu CoSP maupun IEWG dalam merumuskan dan mengesahkan suatu model mekanisme peninjauan ulang terhadap implementasi UNCAC. Dalam program percontohan tersebut Indonesia diwakili oleh pakar dari KPK dan Departemen Luar Negeri.
Peranan Indonesia juga diharapkan dalam pembahasan isu Asset Recovery dimana Indonesia bersama dengan Amerika Serikat merupakan co-author rancangan resolusi (ranres) mengenai Asset Recovery. Peran sebagai co-author dimanfaatkan untuk meletakkan elemen-elemen yang menjadi kepentingan Indonesia yaitu kesinambungan pembahasan isu asset recovery dalam Working Group.
Dalam kaitan ini, Indonesia berhasil memasukkan elemen-elemen penting mengenai spontaneous disclosure atas aset yang dimiliki oleh politically exposed person’s dan prosedur pembukaan informasi (disclosure procedure) dari penyedia jasa keuangan untuk mendukung proses hukum dalam pengembalian aset. Selain itu, concern Indonesia mengenai perlunya bantuan dalam proses pengajuan bantuan hukum timbal balik diakomodir dalam ranres dimaksud yaitu dengan memasukkan prinsip hands-on, dimana negara diminta secara intensif terlibat sejak tahap awal sampai saat pelaksanaan dari MLA.
Pengakuan atas peranan Indonesia dalam pembahasan isu-isu utama juga tercermin dari permintaan Yordania, Presidensi Sesi-1 Konferensi, agar Indonesia bersedia menjadi co-sponsor ranres mengenai langkah-langkah pencegahan (preventive measures). Indonesia menjadi co-sponsor ranres dimaksud bersama-sama Austria, Argentina, Brasil, Mesir, Finlandia, Jordania, Maroko, Belanda, Amerika Serikat, dan Tanzania.
Pengakuan masyarakat internasional atas upaya Indonesia dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi juga tercermin dalam laporan ADB-OECD tahun 2009 yang mencatat berbagai perkembangan positif.
Tugas yang Diemban
Mengingat pembahasan isu-isu dalam dilakukan secara simultan melalui pertemuan-pertemuan secara paralel dan dalam upaya memberikan kontribusi yang maksimal, delegasi Indonesia disebar sesuai isu-isu yang dibahas dan peranan sentral masing-masing instansi terkait yang tergabung dalam delegasi Indonesia.
Sesuai hasil serangkaian Pertemuan Koordinasi Delegasi yang diselenggarakan di Indonesia dan di Doha, masing-masing instansi yang tergabung dalam Delegasi Indonesia bertanggung jawab untuk berperan aktif sesuai peranannya masing-masing.
KPK utamanya bertanggung jawab dalam pembahasan isu-isu pada forum Konsultasi Pakar di bidang Pencegahan dan Kerjasama Internasional; POLRI dan Kejaksaan dalam pembahasan isu-isu  pada forum Konsultasi Pakar di bidang Criminalization dan Asset Recovery; Depkumham dalam pembahasan isu-isu pada forum Konsultasi Pakar di bidang Kerjasama Internasional.
Selain itu, Departemen Keuangan dan PPATK mendapat tugas utama untuk memimpin dalam pembahasan isu-isu pada forum Konsultasi Pakar di bidang Asset Recovery; Bappenas dalam pembahasan isu-isu pada forum Konsultasi Pakar di bidang Kerjasama Internasional dan Bantuan Teknis.
Departemen Luar Negeri sendiri mendapat tugas untuk memimpin pembahasan isu-isu pada IEWG on Review of the Implementation, proses perundingan rancangan Resolusi Asset Recovery dan Preventive Measures, serta pengkoordinasian peranan Delegasi Indonesia pada masing-masing Working Group.
Pertemuan bilateral
Di sela-sela Pertemuan Sesi ke-3 Konferensi ini, Delegasi Indonesia berkesempatan melakukan berbagai pertemuan bilateral, antara lain dengan Delegasi Norwegia dan Vietnam guna membahas bantuan teknis.

Khusus dalam pertemuan dengan Delegasi Vietnam, Indonesia diminta untuk membagi pengalaman, informasi  dan kemungkinan memberikan bantuan mengenai penyusunan country report berdasarkan pengisian self-assessment checklist dan pengalaman Indonesia dalam penyelenggaraan Sesi ke-2 Konferensi di Nusa Dua, Bali.

OzePlanet

Sumber: Deplu RI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: